Tampilkan postingan dengan label Windows 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows 8. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2014

Tip/Cara Mencari Modern App yang Tak Muncul dalam Hasil Pencarian Windows Store App

Ada tip menarik yang dilansir ghacks.net. Tip ini sederhana sekali. Sudah sering mungkin pengguna Windows 8/8.1/10 Tech Preview mendapati bahwa hasil pencarian yang ditampilkan Windows Store app seringkali kurang memuaskan.
   Skala ketidakpuasan itu kira-kira sama dengan pengalaman mencari via Bing bila dibandingkan akurasi dan ragam hasil pencarian yang ditampilkan Google.
   Baik, ringkasan tipnya:
1. Coba cari via Windows Store menurut nama app,
Tip/Cara Mencari Modern App yang Tak Muncul dalam Hasil Pencarian Windows Store App bila tidak ketemu coba cari di Web untuk mendapatkan nama perusahaan/pengembangnya;
2. Cari dengan nama perusahaan/pengembang itu via Windows Store lagi,
Tip/Cara Mencari Modern App yang Tak Muncul dalam Hasil Pencarian Windows Store App dan simsalabim, app itu pun akan muncul!

NB. Dalam contoh di atas pencarian sebenarnya berhasil, jadi gambar-gambar sekadar contoh saja. Pencarian menggunakan contoh pada artikel asli pun kini tidak gagal lagi, mungkin celah pada aplikasi Store sudah diperbaiki Microsoft sejak artikel asli dirilis di ghacks.net.[]

Minggu, 07 September 2014

Apakah Windows 8.1 with Bing itu?

Apakah Windows 8.1 with Bing itu?
Setelah menggratiskan lisensi Windows 8 untuk peranti keras berlayar 9-inci ke bawah, agar lebih bisa bersaing dengan Android juga Chrome OS yang gratis, Microsoft merilis Windows 8.1 with Bing (Mei, 2014).
   Apa itu? Saat ini edisi Windows 8 meliputi Windows 8/Core, Windows 8 Pro, dan Windows 8 Enterprise.
   Windows 8.1 with Bing adalah Windows 8.1/Core dengan:
~ lisensi gratis bagi produsen komputer dengan komputer berharga di bawah $250, atau
~ dengan lisensi lebih murah daripada biasanya (yang angkanya dirahasiakan) untuk komputer di atas harga itu.
Apakah Windows 8.1 with Bing itu?    Prasyarat utama bagi produsen komputer adalah mesin pencari baku pada sistem operasi itu—yakni IE—harus Bing. Jadi, produsen komputer tidak boleh menggantinya dengan Google misalnya, untuk mendapatkan tambahan pendapatan dari Google.
   Bagi pengguna sendiri,
Windows 8.1 with Bing = Windows 8.1/Core
karena pengguna bisa dengan mudah mengganti mesin pencari baku dengan yang lain. Bonus: pengguna bisa menikmati Windows 8.1 resmi tanpa harus membayar lisensi.
   Patut dicamkan bahwa pengguna tak bisa mengunduh gratis Windows 8.1 with Bing, ia hanya bisa mendapatkannya saat membeli peranti keras yang menyertakan sistem ini.
   Beberapa produk yang baru diumumkan di IFA Berlin 2014 dengan Windows 8.1 with Bing antara lain Asus EeeBook, tablet Toshiba Encore mini 7, dan tablet Acer Iconia One Tab 8W.
Apakah Windows 8.1 with Bing itu?
   Jadi, bagi pengguna di Indonesia, inilah kesempatan membeli komputer murah di bawah $250 (Rp3 jutaan)—apakah itu laptop/netbook, tablet, atau fablet berlayar 9-inci ke bawah—dengan lisensi resmi![]

Via: HowToGeek, Supersite for Windows.

Sabtu, 16 Agustus 2014

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Windows 8

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Windows 8
Windows 8 belum bisa mengalahkan popularitas Windows XP—apalagi 7. Windows 7 masih merupakan Windows tersukses dalam sejarah Microsoft.
   Tak heran bila banyak pengguna Windows yang kurang mengenalnya. Apa saja pertanyaan yang paling membuat penasaran calon pengguna atau pengguna baru Windows 8?

1. Apa bedanya antara Windows 8, Windows 8.1, dan Windows 8.1 Update 1?

Jawabannya mudah:
~ Yang pertama adalah Windows 8 saat pertama kali dirilis. Ciri utama adalah tiadanya tombol Start pada taskbar.
Windows 8 taskbar: no Start button ~ Yang kedua adalah Windows 8.1 dengan tambahan kinian yang lumayan banyak, plus yang dibenci: tombol Start—tanpa menu—yang bila diklik menampilkan bagian yang paling dibenci pula: Start screen,
Windows 8.1: Start button is back, but with no menu    Namun dengan mengklik-kanan tombol itu, akan muncul menu konteks yang berguna—bisa juga lewat kombinasi tombol Win+X.
~ Yang ketiga adalah Windows 8.1 dengan tambahan kinian signifikan dan wajib bila ingin tetap mendapatkan kinian rutin selanjutnya. Tambahan utama adalah tombol daya/power untuk shut down yang lebih terlihat pada layar Start screen.
Windows 8.1 update 1: Start screen buttons and tile context menu for desktop users
   Secara umum, Windows 8.1 merupakan kinian bagi pengguna berbasis layar sentuh, sementara Windows 8.1 update 1 adalah kinian yang lebih ditujukan bagi pengguna desktop.

2. Tombol menunya mana?

Maksudnya Start menu, ya? Sayang sekali, Microsoft memutuskan menyingkirkan fitur yang sangat disukai pengguna desktop—baik komputer, laptop, hingga netbook.
   Sementara menunggu kehadirannya lagi di Windows 9, kita bisa memanfaatkan utilitas penggantinya dari pihak ketiga seperti:
1. Classic Shell,
2. Start Menu Reviver, atau
3. Pokki (online installer).
Start Menu Reviver 2, on Windows 8.1

3. Apa itu yang isinya kotak-kotak kecil warna-warni?

Mungkin Anda sedang mencoba-coba Start screen, lalu tak sengaja tersesat ke layar berikut,
Windows 8.1 update 1: App Screen
   Ini disebut Apps screen yang berisi semua aplikasi—baik modern maupun desktop—dan biasanya diurutkan dengan menampilkan modern app lebih dulu.
   Anda bisa membuka layar ini dengan mengklik anak panah di sudut kiri-bawah Start screen (Windows 8.1), atau bila tanpa mouse dengan berpindah menggunakan Tab.
Start screen down arrow to App screen
   Bila ingin kembali ke Start screen cukup tekan tombol Win (logo bendera), atau Win+D untuk kembali ke desktop.
   Ya, pengguna desktop harus menguasai beberapa pintasan kibor (keyboard shortcut) agar bisa lebih produktif di Windows 8 (lihat daftarnya di situs Microsoft ini).
   Inilah mungkin salah satu halangan besar bagi pengguna untuk beralih ke Windows 8. Windows 8 dioptimasi bagi pengguna layar sentuh, sambil seakan mengesampingkan pengguna desktop yang masih menjadi pengguna utama Windows.
   Seolah-olah, pengguna layar sentuh diberi karpet merah; sementara pengguna desktop harus mundur ke masa lalu karena mouse tiba-tiba tak lagi cukup hingga harus dibantu kibor.
   Mouse adalah peranti navigasi dari era GUI/antarmuka berbasis grafis, sementara kibor dari era "kuno"/tampilan berbasis teks. Jadi, Windows 8 bisa dianggap kemunduran dari sisi kemudahan navigasi.

4. Bagaimana cara melakukan hal-hal berikut ini yang seharusnya mudah?

Selain harus mempelajari banyak hal perihal gestur layar sentuh, dan sekian pintasan kibor, pengguna juga mengalami kesulitan bahkan untuk melakukan hal paling sederhana misalnya mematikan komputer (shut down).
   Berikut hal-hal sederhana yang menjadi "sulit" di Windows 8.

Menampilkan menu konteks (klik-kanan) pada layar sentuh

Sentuh suatu ubin/tile dan jangan angkat jari Anda untuk beberapa saat, tunggu hingga muncul kotak di sekeliling ubin, baru angkat jari, dan menu konteks akan muncul.
   Ini berbeda dengan Android misalnya, di mana menekan agak lama pada bidang layar manapun akan otomatis memunculkan menu konteks.

Mencari

Analogikan Start screen sebagai Start menu, hanya saja ditampilkan selayar penuh bukan pada sebuah kotak yang muncul di sudut kiri saat kita mengklik tombol Start.
   Seperti halnya dulu di Windows 7, untuk memulai pencarian cukup klik tombol Start atau tekan tombol Win pada kibor lalu mulailah mengetik pada Start screen. Dialog pencarian akan otomatis muncul dari sisi kanan layar.
   Cara lain? Gunakan pintasan kibor Win+S (search) atau Win+Q ("query").
Win+S/Search in Windows 8.1

Tombol daya/power

   Bagi pengguna Windows 8.1 update 1—yang biasanya terpasang pada komputer/laptop baru—tombol ini tersedia pada Start screen.
   Bagi pengguna Windows 8.1, cukup klik kanan pada tombol Start lalu pilih Shut down or sign out.
   Bagi pengguna Windows 8, memang agak sulit. Anda harus menampilkan charm bar dari sisi kanan layar dahulu. Arahkan mouse ke sudut kanan-atas lalu geser ke bawah, klik Settings -> Power.
   Anda juga bisa menghadirkan charm bar dengan Win+C.
Win+C -> Settings -> Shutdown in Windows 8/8.1/8.1 update 1

5. Bagaimana kabarnya Windows Explorer?

Windows Explorer berganti nama menjadi File Explorer/FE (pintasan kibor: Win+E). FE kini dilengkapi menu pita/ribbon seperti pada Office, dan sebuah panah navigasi ke atas yang mungil tapi sangat berguna,
Windows 8.1: File Explorer, ribbon menu    Selain itu, kini dialog progress digabung dalam satu jendela. Jadi, jika ada lebih dari satu operasi tengah berjalan, maka keduanya bisa dipantau sekaligus,
Windows 8.1: File Explorer, progress dialog

6. Ke mana perginya My Library?

Ia masih ada, hanya saja disembunyikan. Mungkin karena Microsoft ingin Anda lebih memilih menggunakan layanan simpan di awan mereka, OneDrive.
   Cara memunculkannya pada File Explorer: View -> Navigation pane -> Show libraries,
Windows 8.1: File Explorer, view library

7. Apa kabarnya Task Manager?

Ini fitur yang berkembang pesat di versi ini, dan salah satu peningkatan yang mendapat respon positif—seperti halnya File Explorer.
   Anda bisa menampilkannya dengan mengklik kanan taskbar -> Task Manager atau pintasan kibor Ctrl+Shift+Esc.
   Kliklah More details, dan...mengagumkan!
Windows 8.1 update 1: Task Manager, startup tab
   Semua tab mengalami peningkatan signifikan, sajian infonya lebih rapi dan mudah ditelaah. Tab Startup sangat bermanfaat untuk mengurangi aplikasi yang dimuat hingga mempercepat proses menghidupkan Windows.

8. Bagaimana menemukan product ID number?

Meski mungkin sudah tercantum pada kemasan Windows atau pada bagian alas laptop, tapi akan lebih mudah bila bisa kita temukan tanpa repot membalik laptop atau mencari kemasan.
   Untungnya ada utilitas portabel yang bisa langsung digunakan tanpa harus diinstal dahulu, namanya ProduKey dari Nirsoft.
   Unduh lalu langsung jalankan dan ini dia nomor yang Anda cari,
Nirsoft ProduKey

9. Bagaimana caranya berganti pengguna?

Pengguna Windows sudah terbiasa berganti pengguna lewat Start menu, lalu bagaimana pada Windows 8 yang tanpa Start menu?
Sign out, then switch account    Anda harus Sign out terlebih dahulu, baru bisa memilih akun lain, caranya bisa:
~ Klik gambar/foto akun kita pada Start screen, atau
~ Klik kanan pada tombol Start -> Shut down or sign out -> Sign out—bagi pengguna Windows 8.1 ke atas.

10. Apa kita harus masuk dengan Microsoft account?

Ada banyak manfaat masuk (log on) dengan Microsoft account. Tapi bila Anda tak suka, ada yang disebut sebagai local account. Local account bisa dikosongkan password-nya hingga tak repot saat menyalakan Windows.
   Cara menonaktifkan Microsoft account untuk pindah ke local account: Win+C -> Settings -> Change PC settings -> Accounts -> Your account, lalu klik Disconnect,
Switch from Microsoft account to local account    Meski demikian, saya sangat menyarankan untuk menggunakan Microsoft account. Bila enggan mengetikkan password tiap kali menyalakan Windows, cukup lakukan: Win+R -> ketikkan
netplwiz
, lalu Enter,
Netplwiz, login to Windows 8.1 update 1 without typing password
   buang centang pada Users must enter user name and password to use this computer, lalu OK. Anda harus menyalakan-ulang Windows.
   Microsoft account tetap bisa kita gunakan meski tak sedang terhubung ke Internet.

Bonus: Apa kita bisa meloncati Windows 8 dan menunggu Windows 9? :)

Hmm..., alasan saya pindah ke 8 adalah karena XP saya dulu sudah mulai terasa lamban, dan dukungannya sudah mau habis (baru-baru ini ditemukan cara untuk memperpanjang "usia" pakai XP hingga 2019).
   Namun bila Anda pengguna Windows Vista/7, maka tak ada salahnya menunggu Windows 9. Mengapa? Microsoft agaknya akan membuat Windows 9 lebih bersahabat bagi pengguna desktop.
   Sebagai contoh, Start menu gaya baru akan disertakan. Selain itu, ada penyesuaian-penyesuaian khusus pada Windows 9 bagi pengguna desktop (silakan simak lebih lengkap apa saja prediksi fitur baru pada Windows 9 di artikel ini).
    Jadi, sabar itu memang baik![]


Artikel Terkait: Ceklis Instalasi Windows 8 atau 8.1 | Keunggulan dan Kelebihan Windows 8 | Kekurangan-Kekurangan Windows 8 | Prediksi Fitur-Fitur Baru Windows 9/Threshold | Semua artikel tentang Windows 8

Via: PCWorld/Lincoln Spector

Selasa, 29 Juli 2014

IE Peramban Paling Rentan Keamanan di Paruh Pertama 2014

Laporan dari Bromium Security Report menyebut IE sebagai peramban paling rentan keamanan di paruh pertama 2014 ini.
IE home page, july 29, 2014    Ini berarti kerentanan IE menurun drastis dibandingkan peramban lain seperti Google Chrome dan Firefox, sekaligus menjadi perantara serangan yang lebih rentan dibandingkan Adobe Flash maupun Oracle Java (JRE).
   Bisa dilihat di bawah, balok biru untuk tahun 2013, dan balok merah untuk paruh pertama 2014. Kerentanan IE di paruh pertama saja sudah melebihi kerentanannya sepanjang tahun 2013 lalu.
Bromium security report, IE vulnerable, first half of 2014    Jika Anda memakai IE pada Windows 8, maka ini menambah lubang kerentanan pada Windows 8. Seperti diulas di artikel lain, Adobe Flash kini secara baku menjadi bagian Windows 8 yang tak bisa dideinstalasi (uninstall).
   Kerentanan Flash ditambah IE—jika Anda juga menggunakan IE—makin menurunkan tingkat keamanan Windows 8.

   Selama ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa plug-in seperti Flash dan Java Runtime Environment (JRE) sering dieksploitasi sebagai pintu masuk untuk menyerang sistem komputer.
   Laporan Bromium mengindikasikan turunnya serangan melalui Java, apalagi Flash. Ini bukan berarti keduanya sudah aman, tapi lebih karena penyerang lebih menyukai eksploitasi lain saat ini.
   Kita sama-sama ketahui, siklus kinian peramban makin pendek antar versi ke versi baru. Ini bisa berarti upaya menutup lubang eksploitasi makin cepat dilakukan pengembang, tapi juga bisa diartikan peluang versi terbaru peramban dilepas ke publik dalam keadaan "setengah matang" (baca: rentan) makin besar.

   Bila memang bisa, gunakanlah versi portabel dari peramban kesayangan Anda, karena aplikasi portabel hanya akan memuat plug-in saat digunakan saja. Saat aplikasi ditutup, Windows akan relatif lebih aman, karena plug-in tidak terus-menerus menyala—seperti kalau terinstal permanen pada Windows.
   Ada alternatif-alternatif IE yang bagus: Cyberfox Portabel (Firefox versi 64 bit), Opera Portabel (peramban berteknologi Chrome), atau Iron (klon dari Google Chrome).[]

Kamis, 24 Juli 2014

Lebih Produktif dengan Windows Taskbar Keyboard Shortcut (Pemintas Kibor pada Taskbar)

Salah satu "pelampiasan" pengguna Windows 8/8.1 akibat ketiadaan Start menu adalah dengan menaruh banyak pintasan/shortcut pada taskbar.  Bagi sebagian pengguna, ini bersifat wajib.
   Meski saya lebih menyarankan menggunakan utilitas Start menu alternatif seperti Start Menu Reviver/SMR atau utilitas docking (baca artikelnya di sini), tapi bagi yang tetap bersikeras alias keukeuh, maka inilah beberapa tip tambahan bagi penggemar pintasan pada taskbar.

Berpindah di antara Aplikasi yang Tersemat pada Taskbar

Jika Anda ingin berpindah dari satu aplikasi tersemat ke yang lain—baik yang tengah berjalan atau tidak—gunakanlah kombinasi tombol Win+T. Kalau mau berbalik arah, tekan juga tombol Shift. Saat sampai di aplikasi yang ingin Anda jalankan, lepas dan tekan Enter.
Win+T taskbar highlight

Menjalankan Aplikasi yang Tersemat/Pinned pada Taskbar

Anda bisa menggunakan kombinasi tombol Win+(angka), misalnya Win+1, Win+2, dst. untuk menjalankan aplikasi tersemat dengan urutan mulai dari kiri—setelah tombol Start, misalnya pada taskbar di bawah ini Win+2 akan menjalankan File Explorer.
Win+# to run app on taskbar by number

Context Menu (Klik-Kanan) Sistem

Selama ini Anda mungkin sudah mengenal jump list yang muncul bila Anda mengklik-kanan ikon aplikasi pada taskbar. Cobalah menekan tombol Shift lalu klik-kanan, akan muncul menu konteks umum Windows (system context menu).
Windows system context menu on a pinned app

Masih Kurang Tempat?

Sebagaimana di Windows 7, Anda bisa menambah lebar taskbar secara vertikal dan menambah jumlah pintasan yang bisa Anda sematkan.
Taskbar resize

   Itulah beberapa kiat lebih produktif dalam memanfaatkan sematan (pinned app) pada taskbar, tapi bila Anda ingin lebih produktif lagi, cobalah untuk mempertimbangkan penggunaan utilitas Start Menu Reviver, atau docking yang sudah saya singgung di atas tadi.[]

Senin, 30 Juni 2014

Ceklis Instalasi Windows 8 atau 8.1

Setelah berkali-kali menginstalasi-ulang Windows 8/8.1, baik di komputer/laptop sendiri juga milik orang lain, maka ada beberapa catatan kecil atau ceklis yang baik untuk dilakukan saat instalasi.

#1 Backup Data pada Hard Disk Anda

Ini rasanya alamiah dilakukan tiap pengguna yang hendak memasang-ulang Windows, mengingat pilihan terbaik adalah clean install yakni memasang Windows secara sama sekali baru.
   Pilihan upgrade memang ada, tapi ini sering kali membuat masalah baru atau memperparah masalah lama yang sudah ada. Keuntungannya, setelan dan semua aplikasi yang kita perlukan sudah siap pakai.

   Sebaiknya backup dilakukan secara konvensional saja, yakni salin semua data yang diperlukan ke media simpan lain, bisa DVD kosong atau hard drive eksternal.
   Bila Anda ingin kembali ke versi Windows sebelum instalasi, asalkan partisi tidak berubah, backup sistem Anda dengan EaseUS Todo Backup Free (Backup -> System backup). Jangan lupa buat recovery CD/flash disk dari menu Tools -> Create emergency disk -> Create ISO.
EaseUS Todo Backup Free > Create Emergency Disk
Rekam ISO tadi ke CD atau ke flash disk dengan YUMI.
   Utilitas alternatif lepas lokan (open source)/gratis (freeware) lain untuk Windows bisa dilihat di sini.

#2 Unduh Semua Device Driver Terbaru

Ini terutama berlaku bagi yang hendak menggunakan Windows 8 versi 64 bit. Mengapa? Device driver untuk Windows biasa (32 bit) tidak bisa digunakan pada sistem ini. Jadi, pastikan Anda mendapatkan semua driver.
   Spesifikasi komputer Anda secara terinci bisa dilihat menggunakan HWiNFO.
HWinfo System information summary

#3 Siapkan Flash Disk Instalasi Windows

Ini hanya bila Anda tak ingin menginstalasi dari DVD instalasi Windows, dan untuk menjaga DVD instalasi tetap baik kondisinya, yakni tak terlalu sering dipakai.
   Kita bisa membuat flash disk instalasi Windows dengan YUMI, caranya mudah dan bisa dilihat di artikel Membuat Multiboot USB Flash Disk.
   Jangan lupa buat berkas teks berisi nomor serial Windows lalu sertakan pada flash disk tadi—bila Anda tak mau mengetikkannya berulang-ulang.
   Saat di tengah instalasi, cukup tekan Ctrl-F10, lalu dari kotak Command Prompt yang muncul ketik type <nama berkas teks>.txt untuk meng-copy-paste nomor serial.

#4 Buat Partisi Terpisah untuk Data

Pada tahap instalasi berikut, pilihlah Custom: Install Windows only (advanced).
Windows 8 clean install, custom installation
    Ini agar kita bisa menghapus, dan membuat ukuran partisi baru sesuai kebutuhan kita seperti terlihat di bawah ini.
Windows 8 clean install, custom partition setup
   Bila komputer untuk kerja bagilah menjadi 40% untuk C (sistem) dan 60% untuk D (data), bila untuk desain grafis, pengolahan video, atau bermain, maka sebaliknya: 60% untuk C dan 40% untuk D.

#5 Pindahkan Folder Data Baku Pengguna ke Partisi Data

Folder data yang dimaksud adalah folder-folder Documents, Pictures, dst. yang bisa kita akses dengan menjalankan File Explorer/FE lalu klik panah tepat di kanan ikon komputer,
File Explorer: Go to current user data folder
lalu pilih nama pengguna komputer, maka akan muncul folder-folder data pengguna (Sang Pengguna) seperti misalnya berikut ini,
File Exlorer: current user folder
   Cut—ingat, Cut bukan Copy—seluruh folder tadi dan pindahkan ke sebuah folder di partisi data, misalnya D:\Dataku\.
   Tip. Kadang kala saat proses pemindahan ada sebagian folder yang tersisa di folder asal di atas. Cukup pindahkan lagi/cut lagi dan timpakan ke folder tujuan, yakni D:\Dataku\.

   Langkah ini akan mengamankan data-data kita, misalnya folder Downloads ke partisi data, sehingga bila sewaktu-waktu partisi sistem/Windows bermasalah, kita bisa memformat ulang partisi sistem tanpa repot memindahkan data. Setelah memasang-ulang, lakukan lagi langkah ini dengan menimpakannya ke folder tujuan untuk memindahkannya lagi.

#6 Pasang .NET Framework 3.5

Ini biasanya diperlukan saat instalasi device driver. Pemasangan .NET 3.5 pada Windows 8 tidak bisa dengan berkas yang kita unduh dari situs Microsoft, sementara pemasangan standar lewat Control Panel mengharuskan kita untuk mengunduh via Windows—lama....
   Untunglah ada cara pemasangan/instalasi .NET 3.5 pada Windows 8 dari DVD/flash disk instalasi, yaitu:
1. Buka Command Prompt (Admin) dari menu saat mengklik-kanan tombol Windows atau menekan tombol Win+X.
2. Pasang DVD/flash disk Windows misalnya pada drive F, lalu copy-paste perintah berikut pada Command Prompt tadi:
DISM /Online /Enable-Feature /FeatureName:NetFx3 /All /LimitAccess /Source:F:\sources\sxs
   Ganti F dengan drive yang Anda gunakan bila berbeda.
instalasi .net 3.5 melalui command prompt (admin) di Windows 8 atau 8.1
   Tunggu sebentar hingga 100%, dan .NET 3.5-pun sudah terpasang dan kita siap untuk memasang semua device drivers.

#7 Pasang Utilitas Deinstalator (Uninstaller)

Agar registri Windows tetap rapi dan tidak dikotori sisa-sisa aplikasi yang tak bersih saat dideinstalasi (uninstalled), ada baiknya utilitas pertama yang Anda pasang setelah semua device drivers terpasang adalah utilitas deinstalasi (uninstaller).
   Pilihan gratisnya agak terbatas, yang terbaik saat ini adalah Advanced Uninstaller PRO. Sayang belum ada versi portabelnya.
Advanced Uninstaller PRO Monitoring Installation

   Pelajari dahulu baik-baik cara penggunaan utilitas ini. Prinsipnya, saat akan melakukan instalasi suatu aplikasi, utilitas ini kita jalankan terlebih dahulu untuk merekam registri Windows juga folder-folder sistem berikut:
~ Program Files
~ Program Files (x86)—jika memasang Windows 64 bit,
~ ProgramData
~ Windows
   Hindari atau buang centang pengawasan pada partisi data. Ini penting agar data kita yang berubah saat proses instalasi tadi tak hilang saat nanti kita melakukan deinstalasi.
   Langkah berikutnya adalah memasang aplikasi yang ingin kita instalasi dan dilanjutkan dengan merekam lagi isi registri dan folder. Ini akan dibandingkan oleh utilitas dengan rekaman awal tadi.
   Bila suatu saat kita mendeinstalasi aplikasi itu, maka hasilnya akan lebih bersih.

   Tip. Agar proses deinstalasi lebih cepat, bisa juga dengan mendeinstalasi dulu aplikasi dengan IObit Uninstaller (ada versi portabelnya), lalu dilanjutkan dengan menggunakan utilitas di atas.
IObit Uninstaller Portable

#8 Pasang Utilitas Pemeliharaan Komputer

Setelah utilitas deinstalasi/uninstaller, berikutnya pasanglah utilitas-utilitas penting dalam pemeliharaan komputer, yakni:
~ CCleaner atau Advanced SystemCare,
~ Auslogics Disk Defrag,
~ EaseUS Todo Backup Free.
   Daftar lengkap utilitas yang disarankan bisa disua di Open Your Windows, Indonesia!

#9 Minimasi Penggunaan Aplikasi Konvensional, Gunakan Versi Portabelnya

Agar registri Windows tak terlalu banyak bertambah isinya, dan lebih mudah, bila ada versi portabel dari aplikasi yang kita butuhkan, maka gunakanlah versi portabelnya. Keuntungan lebih lanjut aplikasi portabel bisa disua di Aplikasi: Portabel Lebih Baik!
   Daftar aplikasi gratis yang bisa dijadikan rujukan lagi-lagi ada di Open Your Windows, Indonesia!

   Itulah sedikit bagi-bagi pengalaman menginstalasi Windows 8 atau 8.1—juga yang update 1 dan 2. Semoga bermanfaat![]

NB. Kalau ada yang dirasa kurang, silakan berikan umpan balik untuk menyempurnakan ceklis ini. Terima kasih :)



Senin, 23 Juni 2014

Keunggulan dan Kelebihan Windows 8

Melihat data porsi pengguna pada Mei 2014, Windows 8 (8.1) masih setengah daripada porsi pengguna XP (25%) dan lebih jauh lagi dibandingkan 7 (50%).
Windows 8/8.1 usage share may 2014, netapplications

   Ini dari perspektif pasar, tapi dari perspektif teknis sebenarnya ada kelebihan dan keunggulan Windows 8 yang patut menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin beralih.

Kecepatan

Keunggulan utama dan barangkali sering dijadikan alasan utama untuk beralih ke Windows 8 adalah kecepatan.
   Kecepatan bisa dikatakan sinonim dari Windows 8. Melihat tabel di bawah, kecepatan boot awal—yakni dari sejak menyala hingga bisa digunakan—bisa memangkas 350% waktu.

Windows 8Windows 7
Boot Time (Windows Screen to Desktop)0:100:35
Compress a ~700MB File0:290:32
Decompress a ~700MB File0:110:12
Duplicate a ~700MB File0:010:02
Encode a Movie in Handbrake8:068:15
Cold Start 9 Applications0:460:46
Open 10 Tabs in Chrome0:070:07
3dmark10 Score6470 (5218 Graphics, 23098 CPU)6455 (5199 Graphics, 23448 CPU)
Total Time9:5610:29
(Sumber: Windows 8 Speed Tests: It's Faster at Pretty Much Everything)

   Hal lain yang patut disebutkan adalah lama waktu instalasi pun menurun drastis. Saya sendiri hijrah dari Windows XP. Memasang XP bisa memakan waktu 3-4 jam. Windows 8 bisa menuntaskan ini di laptop yang sama hanya dalam bilangan 20 menit! Ini membuat saya terkaget-kaget.
   Demikian pula waktu untuk mematikan komputer (shut down), bisa dibilang lebih singkat hingga 200% lebih (sumber: Windows 8 vs Windows 7: Speed Tests).

File Explorer

Windows Explorer berganti nama menjadi File Explorer dengan beberapa tambahan manis: sebuah tombol Up untuk berpindah ke folder di atas folder saat ini,
File Explorer tombol Up
dan menu pita (ribbon) ala Office.
File Explorer menu pita/ribbon
   Selain itu, kotak progresi operasi Copy/Move (progress dialog box) untuk lebih dari satu operasi bisa ditampilkan bersamaan pada satu kotak progresi saja.
File Explorer 2 copy/move operations
   Kalau mau, salah satu bisa kita jeda/pause agar operasi yang lain bisa lebih cepat.
File Explorer 1 operation paused

Task Manager

Task Manager/TM mengalami peningkatan fitur drastis dibandingkan pada Windows versi sebelumnya. Ia kini lebih informatif, terutama tampilan More details-nya.
   Jalankan (Ctrl+Shift+Esc) lalu klik More details,
Task Details less details
   Tab Performance lebih mudah dibaca,
Task Manager performance tab
   Tab Start up menampilkan sekaligus memungkinkan kita mengelola (mengaktif/nonaktifkan) aplikasi yang dijalankan saat Windows dinyalakan,
Task Manager Startup tab

Task Scheduler

Agaknya hampir semua fitur mengalami upgrade/peningkatan, dan mungkin tak semuanya bisa diungkap di sini. Kita bisa wakilkan salah satu fitur lanjut yakni penjadwal tugas.
Task Scheduler baru pada Windows 8
   Seperti bisa dilihat di atas, peningkatannya dari versi sebelumnya sangat drastis. Memang menjadi lebih kompleks bagi pengguna biasa, tapi ini sekadar contoh bahwa peningkatan fitur memang terjadi di hampir semua lini Windows 8.

Windows Defender: Anti Virus Gratis

Sebelumnya, Windows Defender hanya berfungsi sebagai firewall. Kini, pada Windows 8, ia sekaligus menjadi anti virus.
Windows Defender Anti Virus pada Windows 8
   Pengalaman saya hingga kini aman-aman saja. Jadi, tak harus repot lagi memasang anti virus saat pertama kali instalasi. Rekomendasi untuk anti virus gratis pengganti yang baik bisa sua artikel Open Your Windows, Indonesia!
   Bila ingin menambahkan operasi pindainya pada menu klik-kanan (context menu) cukup unduh dan jalankan penambah registri buatan Winaero.
Windows Defender anti virus context menu

Start Screen?

Banyak yang menganggap fitur ini mengganggu, payah, hingga menyebalkan. Tapi bagi saya ini justru mengangkat popularitas RSS—semacam saluran siar berita dari sumber berita (situs, blog, dst.) ke aplikasi penerima (reader). Aplikasi pembaca yang sangat populer adalah Google Reader yang dipensiunkan pada Juli 2013.
   Bagi saya, Start screen bisa menggantikan fungsi tadi dengan lebih baik lagi. Ini berkat fitur live tile yang bisa menampilkan cuplikan isi/teks berita tanpa harus membuka aplikasinya. Mod-app (Modern app, dulu Metro app) yang saya gunakan adalah News Bento. Ada juga Readiy—tapi yang ini sangat pelit menampilkan live tile.
   Inilah Start screen yang membuka hari-hari saya dengan menyajikan berita-berita terbaru dari seantero Internet.
News Bento live tiles pada Start screen

   Itulah menurut saya keunggulan dan kelebihan Windows 8 dari sisi pengguna biasa/awam. Nampaknya kecepatan menjadi nilai jual tertinggi Windows 8.
   Bagi yang ingin mengetahui kekurangan-kekurangannya, bisa membaca artikel Kekurangan-Kekurangan Windows 8.

   Semoga bermanfaat untuk membantu keputusan migrasi/hijrah Anda! :)[]



Kamis, 19 Juni 2014

Kekurangan-Kekurangan Windows 8

Sebelum ini saya adalah penggila Windows XP. Saya tidak tertarik beralih ke Windows Vista karena adanya UAC—kotak konfirmasi mengganggu tiap kali aplikasi memerlukan akses tingkat administrator. Begitu pula dengan Windows 7, saya tidak berminat karena prasyarat peranti kerasnya yang terlalu tinggi (≈mahal) karena tema Aero Glass-nya.
   Namun ada rasa penasaran saat muncul pratinjau Windows 8. Saya sudah lama ingin memiliki laptop yang bisa merangkap tablet, dan Windows 8 agaknya pendekatan terbaru Microsoft untuk peranti mobil tablet maupun ponsel pintar. Menarik..., demikian kesan saya.
   Saya pun memutuskan pindah. Meski ternyata spesifikasi untuk laptop+tablet masih belum terbeli hingga kini, rasa-rasanya saya tak menyesal.
   Namun terbetik dalam benak saya bahwa memang ada kekurangan-kekurangan Windows 8 yang harus saya ungkapkan, agar pengguna lain yang belum berminat beralih ke 8 bisa mengambil manfaat darinya (baca pula Keunggulan dan Kelebihan Windows 8).

Tidak Ada Start Menu

Ini kekurangan "epik" dan menjadi alasan mayoritas pengguna belum mau meninggalkan 7. Sempat ada banyak rencana untuk hijrah saat Microsoft mengumumkan akan memasukkan Start menu pada update 2 pada Agustus 2014 ini.
   Manakala Microsoft mengurungkan rilis Start menu dan menundanya untuk Windows 9, maka semua rencana hijrah itu pun batal. Ini menunjukkan betapa esensialnya fitur ini bagi kesuksesan Windows.
   Bagi pengguna seperti saya yang sudah "terlanjur sayang" ada beberapa alternatif penghibur sambil menunggu Windows 9, yakni:
   Classic Shell/CS, ini pilihan pertama bagi pengguna desktop. Tampilannya bisa dipilih sesuai dengan versi Windows sebelumnya yang Anda sukai. Fungsi-fungsinya lengkap dan kinerjanya paling cepat dibandingkan alternatif yang lain.
Classic Shell menampilkan menu untuk Apps
   Start Menu Reviver/SMR, ini pilihan pertama bagi pengguna layar sentuh. Tombol dan navigasinya dibuat lebih besar menyesuaikan dengan jari kita.
   Fungsinya tak selengkap CS, kinerjanya pun tak secepat CS, ditambah: Anda tak boleh menyembunyikan Taskbar karena akan membuat SMR tidak muncul. Namun bagi yang merindukan tampilan ala Start menu baru yang dibuat Microsoft, maka inilah yang paling mendekati.
   Rancangan versi 2 dibantu oleh Jay Machalani yang sempat membuat berita di dunia maya dengan usulan rancangan antarmuka gaya barunya untuk Windows 8. Machalani juga memberikan pengantar untuk SMR versi 2 di blognya.
   Usulan konsep lain untuk antarmuka Windows 8 berikutnya (Windows 9) juga pernah diajukan oleh Jerry Jäppinen.
Start Menu Reviver untuk pengguna layar sentuh
   Pokki, konsepnya mirip SMR tapi tampilan warna tidak bisa berubah mengikuti perubahan warna tema Windows. Memiliki Store yang dikelola sendiri—terpisah dari Windows Store. Fungsionalitas tak selengkap CS dan lambat seperti SMR.
Pokki dan panel untuk aplikasi favorit

Tidak Ada Opsi Sambung-Ulang Koneksi Internet

Opsi Dial-Up tanpa pilihan Redial
Agaknya Microsoft memutuskan koneksi dial-up sudah usang dan tidak perlu dipelihara lagi... :(
   Ini keputusan yang tidak ramah bagi pengguna di negara berkembang. Opsi dial-up networking (DUN) di bawah pilihan "Redialing options", seperti "Redial attempts" dan "Redial if line is dropped" tak lagi tersedia.
   Ini akan mengecewakan pengguna dial-up networking baik pada jalur PSTN (telepon rumah), juga pengguna jaringan mobil dengan modem 2G, 3G dan/atau 3.5G juga pelanggan DSL yang masih menggunakan PPPoE dialer.
   Membiarkan komputer "begadang" semalaman mengunduh berkas besar menjadi sangat berisiko buang-buang listrik kalau sewaktu-waktu koneksi putus.
   Solusi gratisnya setahu saya hanya Connection Keeper, namun kurang efektif dari pengalaman saya juga antarmukanya agak rumit dan "jadul."

.NET Framework 3.5 Tak Siap Pakai

Ini fitur penting dan masih diminta oleh banyak aplikasi device drivers, akibatnya kita tak bisa langsung mengaktifkan peranti-peranti keras secara optimal saat pertama kali memasang Windows 8.
   Unduhan .NET 3.5 dari situs Microsoft tidak bisa diinstalasikan pada Windows 8. Hanya ada 2 cara memasangnya:
   Mengunduh dari dalam Windows. Control Panel -> Programs -> Programs and Features -> Turn Windows features on or off. Ini butuh koneksi Internet yang lumayan cepat.
Add feature untuk menambah .NET 3.5 di Windows 8
   Memasangnya dari DVD instalasi Windows. Ini yang saya suka, cukup buka Command Prompt (Admin) dari klik-kanan pada tombol Windows, lalu copy-paste perintah berikut:
DISM /Online /Enable-Feature /FeatureName:NetFx3 /All /LimitAccess /Source:E:\sources\sxs
ganti E dengan drive tempat DVD instalasi. Beres.

Paling Berisiko Keamanan daripada Versi Sebelumnya

Ini temuan baru firma riset keamanan Secunia. Integrasi Flash Player pada peramban IE adalah sumbernya.
Flash Player adalah titik kelemahan keamanan Windows 8
Rincian jumlah titik lemah keamanan Windows 8 akibat Flash Player
   Tidak ada solusi efektif untuk mendeinstalasi Flash Player, jadi kelemahan ini akan menjadi titik masuk para cracker untuk mengerjai komputer pengguna Windows 8... :(

Lain-Lain

Kekurangan lain yang tidak terlalu mengganggu adalah:
   Windows Experience Index dihilangkan, penggantinya sudah dibuat Winaero bernama Winaero WEI Tool (http://winaero.com/comment.php?comment.news.220).
   Windows Desktop Gadgets, juga dihilangkan karena mengurangi keamanan Windows. Meski, terpasangnya secara baku Adobe Flash Player pada Windows 8 justru membuka lubang eksploitasi yang serupa. Pengganti Gadgets masih ada bagi penggilanya di 8GadgetPack (http://8gadgetpack.net/).
   Aero Glass, tampilan transparan digantikan dengan Modern UI yang lebih simpel dan tak banyak memakan pemrosesan grafis, hingga Windows 8 makin cepat dan responsif. Bagi penyukanya ada versi beta di Winaero bernama WinaeroGlass, dan ada lagi Glass8 tapi kurang disukai karena selalu menampilkan pop up donasi.[]



 

© 2011-2014 Open Your Windows! | All rights reserved | Designed by Templateism | Open Your Windows, Indonesia! RSS Feeds